Dilansir dari SINGAPURA, KOMPAS.com - Jika pabrikan pesawat seperti Boeing dan Airbus berinovasi dengan merancang pesawat baru, pabrikan pesawat turboprop
ATR fokus meningkatkan kemampuan pesawat dan penambahan fitur.
Peningkatan
kemampuan pesawat ATR antara lain dengan merancang seri ATR72-600
sebagai pesawat kargo dan pesawat ATR42-600 dengan kemampuan
short takeoff-landing (STOL) dengan runway 800 meter.
Sementara untuk penambahan fitur, ATR merancangnya secara komplit, mulai dari kokpit untuk kebutuhan
pilot, hingga kabin untuk kebutuhan
penumpang.
Di
kokpit, untuk kebutuhan pilot, ATR merancang kacamata yang memindahkan
tampilan Primary Flight Display (PFD) dari dashboard pesawat di bawah,
ke lensa kacamata.
Informasi-informasi seperti kecepatan pesawat, ketinggian, arah (
heading)
semua bisa dilihat dari kacamata, sembari pilot melihat ke depan
jendela pesawat. Kacamata ini akan sangat membantu di kondisi kritis,
seperti
takeoff/landing.
Pilot tidak perlu menengok ke bawah melihat
dashboard, lalu beralih melihat ke luar jendela saat
takeoff/landing. Sistem ini juga diharap bisa membantu pilot terbang malam atau di tengah cuaca buruk dengan jarak pandang terbatas
.Berbeda dengan HUD yang dipasang di jendela pesawat, Clearvision
terpasang di kacamata yang dipakai pilot, sehingga semua informasi bisa
dilihat meski pilot menengok ke arah mana saja. "Ini yang jadi pembeda, dan menurut riset kami (ATR) mempermudah pilot
dalam bekerja (dibanding HUD)," ujar Laurent Janitza, Sales Director ATR
Aircraft saat dijumpai
KompasTekno di Singapura, akhir Agustus lalu.
Ada
empat solusi Clearvision yang ditawarkan ATR, pertama adalah kacamata
Skylens yang hanya menampilkan informasi PFD di kacamata sebagai paket
utama.
Kedua adalah paket Advanced yang menggabungkan kacamata
dengan Skylens dengan Synthetic Vision System (SVS) yang menampilkan
database kontur 3D dataran berbasis GPS, Enhanced Vision System (EVS)
yang menggabungkan tampilan luar lewat kamera, dan Combined Vision
System (CVS) yang merupakan gabungan SVS dan EVS.
Sistem ini masih dalam tahap pengujian, namun sudah mulai ditawarkan sebagai
upgrade ke maskapai operator ATR72. Clearvision diharapkan mendapatkan sertifikasi pada kuartal II-2019.
Inovasi di kabin penumpang
Sementara untuk kabin penumpang, ATR mengenalkan konsep infligh entertainment dengan konsep
streaming bring your own device (BYOD). Solusi ini diberi nama Cabinstream.
"Pada
dasarnya ini adalah router Wi-Fi yang memungkinkan penumpang
mengalirkan konten ke perangkat mereka," kata Pierre-Marie Putard di
kesempatan yang sama.
Menurut Putard, solusi ini cocok bagi
maskapai regional, karena tidak perlu menambah beban pesawat dengan
model IFE pada umumnya, cukup satu boks penyimpan data dan router
pemancar WiFi yang beratnya hanya enam kilogram.
Server itu sendiri juga tidak perlu terhubung dengan pesawat melalui kabel, karena
server Cabinstream menggunakan baterai yang diklaim tahan 12 jam, sehingga mempermudah pemasangan.
Konten-konten seperti film, program TV, dokumen, informasi penerbangan, bisa diakses penumpang dari
server menggunakan perangkat smartphone/tablet/laptop masing-masing.
Layanan IFE ini juga bisa dipakai oleh maskapai untuk mendapat
revenue dengan menerapkan tarif. Layanan ini akan maksimal bagi maskapai yang menerbangi rute-rute dengan jarak 2 jam penerbangan.
Selain itu, ATR juga sedang merancang desain interior kabin yang bisa memaksimalkan ruang bagi kenyamanan penumpang.
Interior
kabin yang disebut Armonia di dalam pesawat ATR menawarkan kursi yang
lebih ergonomis dan ringan, serta mendesain ulang
overhead bin yang diklaim akan menambah volume 10 persen lebih banyak.
Hardware7